Almond croissant adalah croissant yang diisi dan dilapisi krim almond bernama frangipane, lalu ditaburi irisan almond dan gula halus. Rasanya manis, gurih, dan lembut di dalam dengan bagian luar yang renyah. Roti ini populer sebagai menu sarapan atau teman ngopi di banyak kafe.

Kalau kamu pernah mampir ke kafe dan lihat croissant berwarna kecokelatan dengan taburan almond di atasnya, itulah almond croissant. Bentuknya sederhana, tapi rasanya bikin banyak orang balik lagi untuk beli. Ada perpaduan manis dari krim almond, gurih dari mentega, dan tekstur renyah yang susah ditolak.

Di artikel ini aku mau cerita soal almond croissant secara santai. Mulai dari apa sebenarnya roti ini, dari mana asalnya, kenapa rasanya bisa seenak itu, sampai bedanya dengan croissant biasa. Aku juga akan bahas soal kandungan gizinya, cara menyimpannya biar tetap enak, dan beberapa hal yang sering ditanyakan orang. Jadi kalau kamu penasaran atau lagi mikir mau coba bikin sendiri, semoga tulisan ini membantu.

Apa Itu Almond Croissant Sebenarnya?

almond croissant

Almond croissant pada dasarnya adalah croissant biasa yang dinaikkan levelnya. Bagian dalamnya diisi dengan krim almond yang disebut frangipane. Krim ini terbuat dari campuran almond bubuk, mentega, gula, dan telur. Setelah diisi, croissant dipanggang lagi supaya krimnya matang dan menyatu dengan rotinya.

Di bagian luar, croissant ini biasanya diolesi krim almond juga, lalu ditaburi irisan almond tipis. Sebelum disajikan, ada taburan gula halus yang bikin tampilannya makin menggoda. Perpaduan ini yang bikin rasanya kaya: manis, gurih, dan sedikit berpasir dari tekstur almond.

Menariknya, banyak toko roti membuat almond croissant dari croissant yang sudah agak lama atau sisa hari sebelumnya. Croissant yang sudah tidak sefresh dulu justru cocok karena rotinya lebih menyerap krim almond. Jadi ini juga cara pintar mengurangi roti yang terbuang.

Dari Mana Asal Almond Croissant?

Croissant sendiri sudah lama identik dengan Prancis, meski akarnya berasal dari kue kipferl khas Austria. Bentuk bulan sabitnya sudah jadi ciri khas yang dikenal orang di seluruh dunia.

Almond croissant muncul sebagai kreasi lanjutan dari croissant biasa. Toko roti di Prancis punya kebiasaan tidak mau membuang croissant yang sudah tidak terjual di hari sebelumnya. Daripada dibuang, croissant itu diisi krim almond, dipanggang ulang, lalu dijual kembali sebagai produk baru. Hasilnya ternyata disukai banyak orang, dan lama-lama almond croissant jadi menu tetap.

Sekarang kamu bisa menemukan almond croissant hampir di mana saja, dari toko roti mewah sampai kafe kecil di sudut kota. Di Indonesia sendiri, roti ini makin sering muncul di menu kafe dan bakery lokal.

Kenapa Rasa Almond Croissant Bisa Seenak Itu?

almond croissant

Ada beberapa alasan kenapa almond croissant terasa begitu memuaskan.

  1. Pertama jelas dari teksturnya. Bagian luar croissant renyah karena banyak lapisan tipis yang dibuat dari adonan dan mentega. Lapisan ini menghasilkan sensasi garing saat digigit.
  2. Kedua, krim almond atau frangipane memberi rasa manis yang lembut sekaligus gurih. Almond punya aroma khas yang hangat, dan ketika dipanggang, aromanya makin keluar. Rasa ini berpadu pas dengan mentega di dalam croissant.
  3. Ketiga, ada kontras tekstur yang menyenangkan. Kamu dapat bagian renyah dari luar, lembut dan lembap dari krim di dalam, lalu sedikit kriuk dari irisan almond panggang di atasnya. Kombinasi ini yang bikin satu gigitan terasa penuh dan tidak membosankan.

Apa Bedanya Almond Croissant dan Croissant Biasa?

almond croissant

Kalau kamu masih bingung membedakan keduanya, ini penjelasan sederhananya. Croissant biasa hanya terdiri dari adonan berlapis mentega tanpa isian. Rasanya cenderung gurih dan ringan, cocok dimakan begitu saja atau dengan selai.

Almond croissant punya tambahan krim almond di dalam dan di luar. Jadi rasanya lebih manis, lebih berisi, dan lebih berat dibanding croissant polos. Kalau kamu suka roti dengan rasa yang lebih kaya, almond croissant biasanya jadi pilihan. Tapi kalau kamu mau sesuatu yang ringan untuk sarapan cepat, croissant biasa mungkin lebih pas.

Dari segi tampilan, almond croissant mudah dikenali karena ada irisan almond dan taburan gula halus di atasnya. Croissant biasa umumnya polos dengan warna keemasan yang mengilap.

Kapan Waktu yang Pas untuk Menikmati Almond Croissant?

almond croissant

Sebenarnya tidak ada aturan baku soal ini. Tapi banyak orang menikmati almond croissant saat sarapan atau di sela pagi bersama kopi. Rasa manis dan gurihnya cocok jadi teman minuman panas seperti kopi hitam, latte, atau teh.

Almond croissant juga enak dijadikan camilan sore. Karena rasanya cukup mengenyangkan, satu potong biasanya sudah cukup untuk mengganjal perut. Kalau kamu suka suasana santai, roti ini pas dinikmati sambil baca buku atau ngobrol dengan teman.

Baca Juga: Croissant Butter: Rahasia di Balik Lapisan Renyah yang Bikin Nagih

Berapa Kalori dalam Satu Almond Croissant?

Ini bagian yang sering bikin orang penasaran. Almond croissant termasuk roti yang cukup padat kalori karena mengandung mentega, gula, dan krim almond. Satu buah almond croissant ukuran sedang biasanya mengandung sekitar 400 sampai 500 kalori, tergantung ukuran dan resep tokonya.

Karena itu, almond croissant lebih cocok dinikmati sesekali, bukan setiap hari. Kalau kamu sedang menjaga asupan, kamu bisa membagi satu croissant untuk dua orang atau memilih porsi yang lebih kecil. Tapi sesekali menikmati satu potong utuh tentu tidak masalah, apalagi kalau kamu memang sedang ingin sesuatu yang manis dan mengenyangkan.

Bagaimana Cara Menyimpan Almond Croissant Biar Tetap Enak?

almond croissant

Almond croissant paling enak dimakan di hari yang sama saat dibeli, terutama kalau masih hangat. Tapi kalau kamu punya sisa, ada beberapa cara supaya rasanya tetap oke.

Simpan croissant dalam wadah tertutup di suhu ruang kalau mau dimakan dalam satu sampai dua hari. Hindari menaruhnya di kulkas karena bisa membuat teksturnya jadi keras dan kering. Kalau ingin menyimpan lebih lama, kamu bisa membungkusnya rapat dan memasukkannya ke freezer.

Saat mau makan lagi, panaskan sebentar di oven atau air fryer selama beberapa menit. Cara ini bikin bagian luarnya kembali renyah dan krim di dalamnya jadi lembut lagi. Hindari microwave kalau bisa, karena hasilnya cenderung membuat croissant jadi lembek.

Apakah Almond Croissant Cocok untuk Semua Orang?

almond croissant

Sayangnya tidak. Almond croissant mengandung beberapa bahan yang perlu diperhatikan. Karena isinya krim almond, roti ini jelas tidak aman untuk orang yang alergi kacang. Selain itu, croissant juga mengandung gluten dan produk susu seperti mentega dan telur.

Jadi kalau kamu punya alergi terhadap kacang, gluten, atau susu, sebaiknya hindari atau cari alternatif yang aman. Untuk orang yang sedang membatasi gula, almond croissant juga cukup tinggi kandungan gulanya, jadi perlu dinikmati dengan bijak.

Di sisi lain, almond punya sisi baik juga. Kacang ini mengandung lemak sehat, serat, dan vitamin E. Jadi meski almond croissant bukan makanan sehat sepenuhnya, setidaknya ada sedikit nilai gizi dari almondnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah almond croissant selalu mengandung kacang almond asli?

Sebagian besar toko roti memang memakai almond asli, baik dalam bentuk bubuk untuk krim maupun irisan untuk taburan. Tapi ada juga produk yang memakai perasa almond sebagai pengganti. Kalau kamu punya alergi, sebaiknya tanya langsung ke penjual untuk memastikan.

2. Apa itu frangipane dalam almond croissant?

Frangipane adalah krim almond yang jadi isian utama almond croissant. Krim ini dibuat dari almond bubuk, mentega, gula, dan telur. Teksturnya lembut dan rasanya manis gurih, dan ini yang membedakan almond croissant dari croissant biasa.

3. Apakah almond croissant bisa dibuat sendiri di rumah?

Bisa banget. Banyak orang membuat almond croissant di rumah dengan memakai croissant siap pakai lalu menambahkan krim almond buatan sendiri. Cara ini lebih praktis daripada membuat adonan croissant dari nol, dan hasilnya tetap enak.

4. Kenapa almond croissant kadang terasa lembap di dalam?

Rasa lembap itu justru wajar dan memang jadi ciri khasnya. Krim almond yang dipanggang membuat bagian dalam croissant terasa lembut dan sedikit basah. Ini yang bikin almond croissant terasa berbeda dari croissant kering biasa.

5. Apakah almond croissant termasuk makanan sehat?

Almond croissant bukan makanan yang bisa disebut sehat karena kandungan gula, mentega, dan kalorinya cukup tinggi. Tapi almond di dalamnya memberi sedikit nutrisi seperti lemak sehat dan vitamin E. Paling bijak dinikmati sesekali sebagai camilan, bukan makanan pokok harian.

Waktunya Menikmati Almond Croissant

Almond croissant adalah bukti kalau roti sederhana bisa jadi sesuatu yang istimewa. Perpaduan tekstur renyah, krim almond yang lembut, dan rasa manis gurih bikin roti ini punya banyak penggemar. Asalnya pun menarik, karena lahir dari kebiasaan toko roti yang tidak mau membuang croissant lama.

Kalau kamu belum pernah coba, sekarang mungkin waktu yang pas untuk mampir ke kafe terdekat dan pesan satu. Nikmati bersama secangkir kopi dan rasakan sendiri kenapa banyak orang jatuh hati. Dan kalau kamu suka masak, coba buat versi rumahan dengan croissant siap pakai dan krim almond sederhana. Siapa tahu ini jadi menu favorit baru di dapurmu.

Search

We offer something different to local and foreign patrons and ensure you enjoy a memorable food experience every time.

Search

We offer something different to local and foreign patrons and ensure you enjoy a memorable food experience every time.