Baking paper adalah kertas pelapis loyang yang memiliki lapisan silikon antilengket dan tahan panas. Dalam pembuatan roti dan pastry, kertas ini berfungsi mencegah adonan menempel pada loyang, menjaga kelembapan adonan, dan membuat proses memanggang serta bersih-bersih menjadi jauh lebih mudah dan cepat.
Pernahkah kamu menghabiskan waktu berjam-jam menguleni adonan roti atau melipat adonan puff pastry, tapi saat keluar dari oven semuanya hancur karena lengket di loyang? Kejadian seperti ini sangat menyebalkan. Kamu sudah membayangkan aroma mentega yang harum dan tekstur renyah, namun realitanya kamu harus mengikis sisa adonan gosong dari dasar loyang dengan susah payah.
Di sinilah peran penting dari selembar kertas tipis yang sering kita temui di dapur. Banyak orang yang baru mulai belajar membuat kue sering meremehkan benda ini. Padahal, bagi para pembuat roti profesional, kertas pelapis ini adalah senjata rahasia yang tidak boleh absen dari meja kerja mereka. Memahami fungsi dan cara kerja alat bantu ini bisa mengubah total pengalaman kamu di dapur.
Kita akan membahas tuntas tentang alat bantu ini, mulai dari bahan pembuatannya, alasan kenapa benda ini sangat krusial untuk jenis panggangan tertentu, hingga cara penggunaannya yang paling efektif. Setelah membaca penjelasan ini, kamu akan paham kenapa tidak ada dapur profesional yang beroperasi tanpa gulungan kertas ajaib ini.
Apa sebenarnya baking paper itu?

Baking paper adalah kertas pelapis khusus yang dirancang untuk menahan suhu panas tinggi di dalam oven tanpa ikut terbakar. Kertas ini terbuat dari bubur kayu yang diproses sedemikian rupa, lalu dilapisi dengan lapisan silikon ultra tipis pada satu atau kedua sisinya. Lapisan silikon inilah yang menjadi bintang utamanya.
Berkat silikon tersebut, permukaan kertas menjadi sangat licin, kedap air, dan kedap minyak. Saat kamu meletakkan adonan basah atau lengket di atasnya, adonan tersebut tidak akan menyatu dengan serat kertas. Suhu oven yang mencapai dua ratus derajat Celcius pun tidak akan membuat kertas ini meleleh atau mengeluarkan zat berbahaya ke dalam makanan.
Dalam industri kuliner, benda ini juga sering disebut sebagai parchment paper. Meski namanya berbeda, fungsinya sama persis. Kertas ini hadir dalam dua warna utama, yaitu putih dan cokelat. Warna putih berarti kertas tersebut telah melalui proses pemutihan, sedangkan warna cokelat adalah warna alami dari serat kayu aslinya. Keduanya memiliki fungsi antilengket yang sama baiknya.
Mengapa baking paper sangat penting untuk roti dan pastry?

Kalau kamu hanya memanggang kentang atau memanggang sayuran, mungkin kamu bisa melewatkan penggunaan kertas ini. Tapi ceritanya akan sangat berbeda ketika kamu berurusan dengan roti dan pastry. Adonan roti dan pastry memiliki karakteristik yang sangat sensitif terhadap suhu dan permukaan loyang.
1. Menjaga bentuk pastry yang rapuh
Ambil contoh croissant atau danish pastry. Makanan ini terbuat dari lapisan adonan dan mentega yang ditumpuk berkali-kali. Saat masuk ke dalam oven panas, mentega di dalam adonan akan meleleh dan menciptakan uap yang membuat pastry mengembang berlapis-lapis. Kalau kamu tidak menggunakan lapisan antilengket, lelehan mentega bercampur gula ini akan langsung bersentuhan dengan loyang logam panas, lalu menjadi karamel yang keras dan lengket.
Akibatnya, saat kamu mencoba mengangkat croissant tersebut, bagian bawahnya akan robek dan tertinggal di loyang. Dengan menggunakan pelapis silikon, croissant bisa diangkat dengan sangat mulus begitu matang, mempertahankan bentuk cantiknya yang berlapis.
2. Mencegah roti gosong di bagian bawah
Loyang logam adalah penghantar panas yang sangat baik. Kadang saking baiknya, bagian bawah adonan roti akan matang dan gosong jauh lebih cepat daripada bagian atasnya. Kertas pelapis ini bertindak sebagai penahan panas ringan antara loyang dan adonan. Ini membantu menyebarkan panas secara lebih merata. Hasilnya, roti sourdough atau roti tawar kamu akan memiliki kerak bawah yang kecokelatan sempurna, bukan hitam legam.
3. Membuat area kerja tetap bersih
Membuat roti adalah hobi yang berantakan. Ada tepung di mana-mana, ragi yang lengket, dan olesan telur yang sering menetes. Menggunakan kertas pelapis berarti kamu menyelamatkan loyang kamu dari noda gosong yang sulit dicuci. Setelah selesai memanggang, kamu cukup mengangkat roti beserta kertasnya, membuang kertasnya, dan loyang kamu akan tetap bersih seperti baru. Kamu menghemat banyak waktu, air, dan sabun cuci piring.
Perbedaan mendasar dengan kertas minyak biasa

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pemula adalah menyamakan baking paper dengan kertas minyak atau wax paper. Padahal, keduanya memiliki peruntukan yang seratus persen berbeda. Mengetahui perbedaannya bisa menyelamatkan dapur kamu dari bencana asap.
Kertas minyak dilapisi dengan lilin pelindung, bukan silikon. Lilin ini sangat bagus untuk membungkus makanan dingin seperti sandwich, keju, atau untuk memisahkan tumpukan daging burger di dalam lemari es. Masalahnya, lilin tidak tahan panas.
Kalau kamu nekat memasukkan kertas minyak ke dalam oven, lapisan lilinnya akan langsung meleleh, masuk ke dalam makanan kamu, dan kertasnya akan mulai berasap lalu terbakar. Jadi, pastikan kamu selalu membaca kemasan sebelum membeli dan memastikan tulisan di kotaknya memang ditujukan untuk memanggang di dalam oven.
Baca Juga: Rahasia Tekstur Sempurna Pastry: Memahami Apa Itu Gelatin
Cara menggunakan baking paper yang efektif

Walaupun terdengar sederhana, ada beberapa trik menarik dari dapur profesional tentang cara memaksimalkan penggunaan kertas ini.
1. Menyesuaikan ukuran dengan loyang
Kertas yang terlalu besar dan menjuntai keluar dari sisi loyang bisa mengganggu sirkulasi udara panas di dalam oven. Udara panas butuh bergerak bebas agar roti matang merata. Sebaiknya gunting kertas seukuran dasar loyang. Kalau kamu membuat roti tawar di loyang kotak yang dalam, kamu bisa memotong kertas dengan melebihkan pinggirannya sedikit agar berfungsi sebagai pegangan saat mengangkat roti yang sudah matang.
2. Menaklukkan kertas yang terus menggulung
Kertas yang dijual dalam bentuk gulungan biasanya susah dibuat rata karena terbiasa melengkung. Trik paling mudah adalah dengan meremas kertas tersebut menjadi bola secara hati-hati, lalu membukanya kembali. Kertas yang sudah kusut tidak akan menggulung lagi dan akan diam dengan tenang di atas loyang. Jangan khawatir, kerutan pada kertas tidak akan merusak tekstur bagian bawah kue kering atau roti kamu.
Trik lainnya adalah dengan mengoleskan sedikit mentega atau menyemprotkan air di keempat sudut loyang, lalu tempelkan kertas di atasnya. Air atau mentega itu akan bertindak seperti lem yang menahan kertas agar tidak bergeser saat kamu meletakkan adonan.
Seberapa sering kita bisa memakai ulang satu lembar kertas?

Ini adalah pertanyaan bagus buat kamu yang peduli pada lingkungan dan ingin berhemat. Jawaban singkatnya adalah iya, kamu sangat bisa memakainya berulang kali.
Selama kertas tidak sobek, tidak terlalu rapuh, dan tidak tertutup noda gosong yang tebal, kamu bisa menggunakannya lagi. Untuk membuat kue kering seperti chocochip cookies, satu lembar kertas biasanya bisa bertahan untuk tiga hingga empat kali masuk oven dalam satu hari yang sama. Kertas akan mulai berwarna kecokelatan seiring berjalannya waktu, dan itu sangat normal.
Namun, kalau kamu memanggang sesuatu yang sangat basah, lengket, atau berminyak, kertas mungkin hanya bisa dipakai satu kali. Kalau lapisan silikonnya sudah mulai hilang dan makanan mulai menempel, itu tandanya kertas tersebut sudah harus masuk ke tempat sampah.
Alternatif pelapis loyang lainnya

Meskipun kertas berlapis silikon ini sangat luar biasa, teknologi dapur terus berkembang. Sekarang ada opsi lain yang disebut silpat atau karpet silikon khusus panggang. Silpat adalah lembaran tebal yang terbuat dari jaring fiberglass dan silikon berkualitas tinggi.
Kelebihan utama silpat adalah bisa dipakai ribuan kali, sehingga jauh lebih ramah lingkungan untuk jangka panjang. Karpet ini juga punya daya cengkeram yang kuat ke loyang sehingga tidak akan pernah bergeser.
Tapi, silpat punya kekurangan. Karpet ini tebal dan menahan panas lebih kuat dari kertas, sehingga butuh penyesuaian waktu panggang agar bagian bawah roti bisa renyah. Selain itu, silpat sulit dicuci kalau terkena minyak yang pekat, dan ukurannya tidak bisa digunting menyesuaikan bentuk loyang yang aneh. Karena alasan inilah, banyak pembuat roti tetap memilih menggunakan gulungan kertas konvensional untuk rutinitas memanggang sehari-hari.
Waktunya Mulai Memanggang Tanpa Beban
Membuat roti dan pastry di rumah seharusnya menjadi kegiatan yang menenangkan dan menyenangkan. Proses melihat adonan hidup, mengembang, dan berubah warna di dalam oven adalah sebuah keajaiban kecil. Jangan biarkan proses menyenangkan ini dirusak oleh masalah sepele seperti adonan yang lengket dan hancur saat diangkat.
Kini kamu sudah tahu bahwa baking paper adalah kunci utama untuk menjaga bentuk pastry yang indah dan memastikan roti matang sempurna. Alat sederhana ini mengambil alih semua kekhawatiran tentang makanan lengket dan loyang kotor, membiarkan kamu fokus murni pada rasa dan kreativitas resep kamu. Jadi, siapkan bahan-bahan kamu, panaskan oven, lapisi loyang dengan benar, dan mulailah memanggang dengan percaya diri.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Pelapis Loyang
1. Apakah baking paper sama dengan kertas roti?
Di Indonesia, istilah kertas roti sering digunakan secara rancu. Ada kertas roti yang memang memiliki lapisan silikon antilengket, dan ada kertas roti murah yang tidak berlapis apa-apa. Selalu pastikan kemasan mencantumkan keterangan antilengket atau tahan suhu panas oven agar kamu tidak salah beli.
2. Sampai suhu berapa kertas ini aman digunakan di dalam oven?
Rata-rata kertas pelapis silikon aman digunakan hingga suhu 220 derajat Celcius. Kalau oven disetel melebihi suhu tersebut, ujung kertas bisa menjadi gosong, rapuh, dan hancur. Selalu baca instruksi batas suhu maksimal pada kotak kemasan merek yang kamu beli.
3. Apakah sisi kertas yang menghadap ke atas itu bebas, atau ada aturannya?
Sebagian besar produk saat ini memiliki lapisan silikon di kedua sisinya, sehingga kamu bisa menggunakan sisi mana saja. Namun, beberapa merek yang lebih murah mungkin hanya melapisi satu sisi (biasanya sisi yang lebih mengilap atau licin saat diraba). Pastikan sisi yang licin itulah yang bersentuhan langsung dengan adonan makanan kamu.
4. Bisakah saya menggunakan aluminium foil sebagai pengganti?
Aluminium foil tidak memiliki fungsi antilengket secara alami. Kalau kamu meletakkan adonan roti basah di atas aluminium foil, adonan itu akan menempel sangat kuat. Jika terpaksa memakai aluminium foil, kamu wajib mengoleskan minyak atau mentega yang cukup tebal di permukaannya terlebih dahulu.
5. Apakah kertas ini aman untuk digunakan di dalam air fryer?
Bisa, tapi kamu harus sangat berhati-hati. Kertas tidak boleh dimasukkan saat air fryer sedang dipanaskan dalam keadaan kosong, karena tiupan angin di dalamnya akan menerbangkan kertas ke elemen pemanas dan memicu api. Selalu pastikan ada beban makanan yang cukup berat di atas kertas sebelum menyalakan air fryer.
