Beda whipped cream dan butter cream paling utama ada pada bahan dasar dan tekstur akhir. Whipped cream memakai krim kental cair yang dikocok hingga ringan, berongga, dan rentan terhadap panas. Butter cream menggunakan mentega dan gula yang dikocok menjadi krim padat, lebih manis, dan sangat stabil di suhu ruang.
Membuat kue sendiri di rumah selalu memberikan kepuasan tersendiri. Aroma harum yang keluar dari oven bisa membuat suasana rumah menjadi lebih hangat. Namun, setelah kue matang dan dingin, bagian paling menantang biasanya baru dimulai. Menghias kue membutuhkan bahan pelapis yang tepat agar tampilannya cantik dan rasanya seimbang.
Dua bahan yang paling sering digunakan untuk menghias kue adalah whipped cream dan butter cream. Kalau kamu baru mulai belajar membuat kue, wajar jika merasa bingung memilih di antara keduanya. Keduanya sama-sama berwarna putih atau kekuningan, sama-sama manis, dan sama-sama digunakan untuk melapisi kue.
Walaupun terlihat mirip dari kejauhan, kedua bahan ini memiliki karakter yang sangat bertolak belakang. Bahan dasar yang digunakan berbeda. Cara penanganannya berbeda. Ketahanannya terhadap suhu ruangan juga sangat berbeda. Memilih pelapis yang salah bisa membuat kue buatanmu meleleh berantakan atau rasanya menjadi terlalu berat untuk dinikmati.
Mari kita bahas tuntas perbedaan kedua krim ini secara santai tapi mendalam agar kamu tidak bingung lagi saat harus mendekorasi kue ulang tahun untuk orang terdekat.
Apa itu whipped cream dan bagaimana teksturnya?

Whipped cream adalah krim kocok yang terbuat dari krim susu cair dengan kandungan lemak sekitar 30 sampai 36 persen. Saat krim cair ini dikocok menggunakan mikser dengan kecepatan tinggi, udara akan terperangkap di dalam cairan lemak tersebut. Proses ini membuat volumenya mengembang hingga dua kali lipat dan menciptakan tekstur yang sangat ringan seperti awan.
Rasanya sangat lembut, gurih khas susu sapi, dan biasanya tidak terlalu manis. Banyak orang menyukai whipped cream karena teksturnya langsung lumer di mulut dan tidak meninggalkan rasa lengket di langit-langit mulut. Kamu bisa menambahkan sedikit gula halus atau ekstrak vanila saat mengocoknya untuk memberikan rasa manis yang pas.
Secara umum ada dua jenis krim kocok yang dijual di pasaran. Pertama adalah krim oles berbahan dasar susu sapi asli. Jenis ini rasanya paling enak tetapi sangat mudah meleleh. Kedua adalah krim oles non-susu yang biasanya terbuat dari minyak nabati. Jenis non-susu ini lebih kaku, lebih tahan di suhu ruang, dan sering digunakan oleh toko kue komersial karena lebih praktis.
Apa itu butter cream dan terbuat dari apa?

Sesuai dengan namanya, butter cream terbuat dari bahan utama mentega atau butter. Mentega ini dikocok bersama pemanis, biasanya gula halus, hingga warnanya menjadi pucat dan teksturnya menjadi ringan. Karena bahan dasarnya adalah lemak padat, hasil akhirnya berupa krim yang jauh lebih kokoh, padat, dan berat dibandingkan krim kocok.
Rasanya jauh lebih manis dan kaya. Kalau kamu memakan pelapis kue dan merasa ada tekstur mentega yang pekat tertinggal di mulut, itu sudah pasti butter cream. Bahan ini sangat luar biasa untuk keperluan dekorasi yang rumit karena bisa mempertahankan bentuknya dengan sangat baik.
Ada banyak variasi butter cream di dunia tata boga. Yang paling sederhana adalah gaya Amerika, hanya campuran mentega dan gula halus. Ada juga gaya Swiss meringue yang menggunakan putih telur dan gula yang dipanaskan lalu dikocok bersama mentega. Gaya Swiss ini rasanya lebih tidak manis dan teksturnya sangat halus seperti sutra. Pilihan jenis ini biasanya disesuaikan dengan selera dan tingkat keahlian pembuat kue.
Apa saja beda whipped cream dan butter cream yang paling mencolok?

Sekarang kita masuk ke bagian perbandingan langsung. Memahami beda whipped cream dan butter cream akan sangat membantumu menentukan pilihan saat membaca resep kue.
1. Perbedaan dari segi tekstur dan berat
Tekstur adalah pembeda paling mudah untuk dikenali. Whipped cream sangat ringan, berongga, dan lembut. Kalau kamu menyendoknya, rasanya nyaris tidak ada beban. Saat dimakan, krim ini seperti busa susu yang langsung hilang di mulut.
Sebaliknya, butter cream sangat padat dan solid. Meskipun sudah dikocok hingga mengembang, mentega tetaplah lemak padat. Saat kamu memoleskannya ke atas kue, kamu bisa merasakan beratnya. Saat dimakan, teksturnya creamy, tebal, dan butuh waktu untuk meleleh di dalam mulut.
2. Perbedaan dari segi rasa dan tingkat kemanisan
Whipped cream menang dari segi rasa yang segar dan tidak membuat enek. Rasa utamanya adalah gurih susu. Kemanisannya bisa kamu atur sendiri, dan biasanya resep standar hanya menggunakan sedikit gula. Ini membuat krim kocok sangat cocok dipadukan dengan kue yang rasanya sudah sangat manis atau kue berisi buah-buahan segar.
Butter cream jauh lebih manis. Pada resep gaya Amerika, rasio mentega dan gula bisa mencapai satu banding dua. Artinya, gulanya dua kali lipat lebih banyak dari menteganya. Rasa manis yang kuat ini sangat cocok untuk menyeimbangkan kue bolu yang rasanya cenderung netral atau kurang manis.
3. Perbedaan kestabilan terhadap suhu ruang
Ini adalah faktor paling krusial di negara tropis. Whipped cream sangat musuhan dengan cuaca panas. Kalau kamu membiarkan kue berlapis krim kocok susu di luar kulkas selama lebih dari satu jam, bentuknya akan langsung turun, mencair, dan merusak seluruh dekorasi.
Butter cream adalah pahlawan di suhu ruang. Karena titik leleh mentega cukup tinggi, krim ini bisa bertahan dengan gagah berjam-jam di luar kulkas. Kalau kamu harus membawa kue perjalanan jauh atau mengadakan pesta di luar ruangan, ini adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal.
4. Perbedaan kemudahan saat diberi pewarna makanan
Terkadang kita ingin membuat kue dengan warna-warni cerah seperti merah, biru, atau hijau tua. Butter cream sangat mudah menerima pewarna makanan jenis gel atau cair. Warnanya akan keluar dengan terang dan rata karena tekstur mentega mengikat warna dengan baik.
Whipped cream agak sulit diwarnai. Kalau kamu menggunakan pewarna cair terlalu banyak, teksturnya akan berubah menjadi cair dan gagal mengembang. Warna yang dihasilkan juga biasanya lebih pastel atau pucat. Selain itu, mengaduk pewarna terlalu lama bisa membuat krim ini pecah dan berubah menjadi mentega cair.
Baca Juga: Rahasia di Balik Kelezatan Danish Dough
Kapan sebaiknya kamu memilih whipped cream?

Pilihlah whipped cream jika kamu membuat hidangan penutup yang ringan dan segar. Krim ini adalah teman sejati untuk kue bolu jepang, strawberry shortcake, atau kue chiffon. Teksturnya yang ringan tidak akan menekan bolu yang sudah empuk.
Gunakan juga krim ini sebagai isian kue sus, pendamping es krim, atau pugasan minuman kopi. Jika acara pestamu diadakan di dalam ruangan ber-AC yang dingin, atau kuenya akan langsung dipotong dan dihabiskan begitu keluar dari kulkas, krim kocok adalah pilihan yang sangat lezat.
Pilih X jika Y lebih penting daripada Z. Dalam hal ini, pilih whipped cream jika rasa ringan di mulut lebih penting daripada dekorasi rumit yang tahan panas.
Kapan sebaiknya kamu memilih butter cream?

Gunakan butter cream saat kamu harus membuat kue dengan dekorasi bertingkat, bunga-bunga mawar tiga dimensi dari krim, atau tepian kue yang tajam dan mulus. Strukturnya yang kokoh bisa menahan beban kue bertingkat tanpa amblas.
Krim ini juga wajib digunakan untuk kue pernikahan, kue ulang tahun anak yang dibagikan di sekolah, atau kue yang dipajang berjam-jam di meja pesta. Kue-kue padat seperti pound cake atau kue cokelat fudgy sangat pas disandingkan dengan krim mentega ini karena teksturnya seimbang.
Bagaimana cara terbaik menyimpan kue dengan lapisan krim?

Cara penyimpanan kue sangat bergantung pada jenis krim yang kamu pakai. Kue dengan whipped cream mutlak harus disimpan di dalam kulkas. Masukkan ke dalam wadah tertutup agar krim tidak menyerap bau bawang atau makanan lain yang ada di kulkasmu. Kue ini paling enak dihabiskan dalam waktu dua hari sebelum krimnya mulai berair.
Kue dengan butter cream lebih fleksibel. Kamu bisa menyimpannya di suhu ruang yang sejuk selama satu atau dua hari, asalkan ruangan tersebut tidak terkena sinar matahari langsung. Jika ingin disimpan lama, masukkan ke kulkas. Namun, ingatlah bahwa mentega akan mengeras di suhu dingin. Sebelum disajikan, keluarkan kue dari kulkas dan diamkan di suhu ruang sekitar tiga puluh menit agar krim kembali lembut saat digigit.
Tanya Jawab Seputar Krim Kue
1. Apakah whipped cream bisa menggantikan butter cream untuk dekorasi bunga?
Secara umum tidak bisa. Whipped cream terlalu lembek untuk mempertahankan bentuk detail seperti kelopak bunga mawar yang rumit. Detailnya akan cepat buram dan meleleh. Untuk dekorasi bunga yang tegak dan tegas, butter cream adalah pilihan yang jauh lebih baik.
2. Mana yang lebih murah antara whipped cream dan butter cream?
Biaya sangat bergantung pada merek dan kualitas bahan baku yang dipakai. Namun biasanya, whipped cream non-susu bubuk atau cair cenderung lebih murah dibandingkan butter cream yang menggunakan mentega berkualitas tinggi. Jika menggunakan mentega premium beraroma kuat, harga butter cream bisa jauh melambung tinggi.
3. Bisakah saya membuat butter cream dari margarin?
Tentu saja bisa. Menggunakan margarin akan membuat krim lebih tahan panas karena titik leleh margarin lebih tinggi dari mentega susu sapi. Namun, rasanya tidak akan segurih mentega, teksturnya sedikit menempel di langit-langit mulut, dan warnanya akan lebih kuning. Banyak pembuat kue mencampur setengah mentega dan setengah margarin untuk mendapatkan kestabilan sekaligus rasa yang enak.
4. Mengapa whipped cream saya mudah pecah dan berair saat dikocok?
Krim kocok berbahan dasar susu sangat sensitif terhadap suhu panas dan pengocokan berlebih. Pastikan krim dalam keadaan sangat dingin baru keluar dari kulkas sebelum dikocok. Jika kamu mengocoknya terlalu lama hingga teksturnya bergerindil kasar, artinya lemak dan air sudah terpisah. Krim tersebut sudah pecah dan tidak bisa kembali halus, perlahan akan berubah menjadi mentega tawar.
5. Apakah butter cream gaya Swiss Meringue aman dikonsumsi anak-anak?
Swiss Meringue menggunakan putih telur segar. Namun, teknik pembuatannya mengharuskan putih telur dan gula ditim di atas air mendidih sambil diaduk hingga mencapai suhu pasteurisasi sekitar tujuh puluh derajat Celcius. Pada suhu ini, bakteri berbahaya sudah mati, sehingga sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Kesimpulan yang Perlu Diingat
Memahami beda whipped cream dan butter cream adalah langkah awal yang luar biasa untuk meningkatkan keterampilan membuat kue. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang tidak bisa saling menggantikan sepenuhnya.
Whipped cream memberikan rasa ringan, lumer, dan tidak terlalu manis, sangat cocok untuk hidangan penutup yang disimpan di kulkas. Di sisi lain, butter cream menawarkan kebebasan berkreasi tanpa batas berkat teksturnya yang kokoh, padat, dan sanggup menahan suhu ruang.
Dengan mengenali karakter dasar bahan-bahan ini, kamu bisa merencanakan proyek kue selanjutnya dengan lebih percaya diri. Sesuaikan pilihan krim dengan jenis kue, kondisi cuaca, dan selera orang yang akan memakannya. Selamat bereksperimen di dapur dan menciptakan kue lezat versi dirimu sendiri.
