Dalam dunia baking, terdapat dua bahan pengembang yang kerap digunakan yaitu baking powder dan baking soda. Meskipun keduanya dianggap sama karena fungsinya adalah untuk membuat supaya adonan mengembang, tapi terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan baking powder dan baking soda bisa Anda lihat dari segi cara kerja, komposisi, dan penggunaannya di dalam resep.
Sebagai pemula atau baker rumahan yang cukup berpengalaman, sangat penting untuk memahami perbedaan keduanya. Dengan begitu Anda tidak sampai salah takaran atau fungsi. Bayangkan ketika Anda membuat kue bolu dan ternyata kue Anda malah bantat hanya karena Anda tertukar antara baking soda dan baking powder. Tentu ini akan membuat frustrasi, bukan?
Agar terhindar dari kesalahan tersebut, mari sama-sama kita pelajari apa saja perbedaan baking powder dan baking soda. Termasuk bagaimana cara menggunakan keduanya secara tepat.
Perbedaan Baking Powder dan Baking Soda yang Belum Banyak Disadari

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa meskipun terkesan mirip, tapi keduanya punya fungsi kimia yang tidak sama. Kesalahan dalam menggunakannya akan berpengaruh terhadap hasil akhir masakan Anda secara drastis.
1. Dari Segi Komposisi
Baking soda merupakan sodium bicarbonate murni (NaHCO₃). Sebuah senyawa alkali (basa) yang akan bereaksi hanya saat ada zat asam maupun kelembapan di dalam adonan. Untuk reaksinya akan menghasilkan karbon dioksida (CO₂), gas yang akan membuat adonan mengembang.
Sementara untuk baking powder merupakan campuran dari ketiga bahan berikut:
- Sodium bicarbonate yang merupakan komponen utama.
- Satu atau lebih zat asam kering (contohnya cream or tartar).
- Bahan penstabil seperti cornstarch yang akan mencegah adanya reaksi prematur selama penyimpanan.
Dengan begitu, baking powder sudah siap untuk digunakan karena sudah memiliki kandungan bahan basa (baking soda) dan bahan asam.
2. Dari Segi Mekanisme Kerja
Baking soda tidak dapat bereaksi tanpa adanya bahan asam. Contohnya, ketika Anda ingin membuat adonan hanya dengan telur, susu, tepung, kemudian menambahkan baking soda, proses tersebut tidak akan menyebabkan adonan mengembang dengan optimal dan bahkan berpotensi memuat kue terasa getir dengan warna kecokelatan.
Beda halnya ketika yang Anda gunakan adalah baking powder yang akan langsung beraksi ketika terkena air. Ini karena asam kering di dalamnya aktif bersamaan dengan natrium bikarbonat. Bahkan untuk versi double-acting baking powder, reaksinya dapat terjadi sebanyak 2 kali yaitu ketika terkena cairan (air atau susu) dan panas di dalam oven.
Hal tersebut yang membuat baking powder cocok dipakai di banyak resep standar seperti pancake, sponge cake, muffin, maupun cupcakes yang tidak memiliki kandungan bahan asam.
3. Kekuatan dan Efektivitas

Perbedaan baking powder dan baking soda bisa juga Anda lihat berdasarkan tingkat kekuatan dan efektivitasnya. Baking soda merupakan pengembang yang begitu kuat. Satu sendok teh saja sudah setara dengan setidaknya tiga sendok teh baking powder. Maka dari itu dalam menggunakannya harus sangat berhati-hati.
Akan tetapi, karena tingkat kekuatannya yang tinggi menjadikannya cenderung lebih cepat bereaksi serta mendorong pengembangan maksimal ketika digunakan secara tepat. Akan tetapi, jika tidak terdapat cukup bahan asam yang akan menyeimbangkan reaksinya, hasil kue malah terasa pahit dan teksturnya pun bisa kasar serta terkesan terlalu cepat mengembang kemudian mengempis.
Di sisi lain, baking powder bekerja secara lebih stabil dan terkontrol karena memang reaksi kimianya dirancang agar bisa terjadi secara bertahap. Hal tersebut memberi waktu tambahan untuk adonan agar mengembang secara perlahan sampai optimal, khususnya pada saat pemanggangan.
4. Ketergantungan pada pH Adonan
Sifat kimia pada baking soda cenderung sangat sensitif terhadap pH atau tingkat keasaman adonan yang berfungsi dengan baik di dalam adonan yang asam serta membantu dalam menetralkan keasaman tersebut. inilah mengapa baking soda kerap dimanfaatkan di dalam resep yang memiliki kandungan bahan seperti:
- Cuka
- Yogurt
- Buttermilk
- Brown sugar (sedikit asam)
- Lemon juice
- Cocoa powder (jenis alami atau non-alkali).
Jika Anda menambahkan baking soda pada adonan basa atau netra, reaksinya tidak akan berjalan dengan baik. Itu artinya, baking soda tidak dapat berfungsi sebagaimana seharusnya. Sebaliknya, baking powder tidak tergantung terhadap tingkat keasaman adonan. Anda dapat menggunakannya dalam resep netral seperti biskuit, vanila, pancake, maupun roti manis tanpa mengandung bahan asam tambahan.
5. Pengaruh terhadap Rasa & Warna
Baking soda dapat memberi rasa logam atau pahit ketika jumlahnya terlalu banyak maupun tidak seimbang dengan kadar asam pada adonan. Selain itu, warna kue juga dapat menjadi kecokelatan secara lebih cepat karena efek basa yang menyebabkan reaksi Maillard (reaksi yang terjadi antara protein dengan gula pada suhu tinggi).
Sementara baking powder lebih netral di dalam rasa serta lebih cocok dalam menjaga warna adonan agar tetap cerah. Itulah mengapa resep kue yang Anda inginkan akan tetap lembut. Kue juga akan berwarna kuning mudah dan cerah ketika Anda menggunakan baking powder.
Baca Juga : Tepung Premix: Rahasia Praktis di Balik Hidangan Lezat dan Konsisten
Kapan Harus Memakai Baking Powder, Bakin goda, atau Keduanya?

Masih seputar perbedaan baking powder dan baking soda. Pembahasan berikut ini adalah kapan seharusnya Anda memakai salah satu atau kedua bahan pengembang tersebut sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
1. Bakin Soda
Anda bisa menggunakan baking soda ketika:
- Resep Anda memiliki kandungan bahan asam (seperti yogurt, buttermilk, lemon, vinegar).
- Anda ingin mendapatkan hasil kue yang cepat mengembang serta bertekstur ringan, contohnya banana bread.
- Anda ingin menetralkan rasa asap di resep.
2. Baking Powder
- Sementara baking powder digunakan ketika:
- Resep tidak memiliki kandungan bahan asam.
- Anda ingin mendapatkan hasil akhir lebih ringan serta berpori halus.
- Anda sedang membuat adonan sponge cake, pancake, maupun muffin klasik.
3. Menggunakan Kedua
Baking powder dan baking soda dapat digunakan bersamaan ketika:
- Resep memiliki kandungan asam tapi pengembangannya perlu lebih banyak dari yang dapat diberikan ketika hanya memakai baking soda.
- Membuat resep kue seperti kue cokelat dengan buttermilk yang memang memerlukan soda untuk bisa menetralkan keasaman serta baking powder untuk mengembangkan tekstur.
Pilih dengan Bijak agar Kue Bisa Mengembang sesuai Keinginan

Memahami perbedaan baking powder dan baking soda bukan sekadar teori, melainkan tentang keberhasilan di dalam mempraktikkannya saat membuat kue. Dengan memahami bagaimana cara kerja dari masing-masing bahan tersebut, Anda dapat menghasilkan roti, kue, atau cookies yang bukan sekadar enak tapi tampilannya menggugah selera.
Jika Anda sedang memerlukan produk roti, kue, atau pastry yang pasti memakai bahan-bahan berkualitas dengan teknik yang tepat, Anda bisa membelinya di Rotienak.com. Di sini tersedia beragam jenis kue, roti, dan pastry yang lembut, empuk, dan pastinya lezat.
Rotienak bukan sekadar toko biasa, melainkan partner terbaik dalam mendapatkan bahan-bahan terbaik untuk kebutuhan pribadi atau bisnis. Informasi seputar pemesanan bisa langsung menghubungi admin roti enak via whatsapp.
