Membahas hobi membuat kue pasti tidak lepas dari bahan-bahan dasar yang sering kita temukan di berbagai resep. Salah satu bahan yang hampir selalu muncul dan jadi andalan adalah unsalted butter. Buat kamu yang baru mulai belajar membuat kue atau roti, mungkin sempat bingung waktu belanja bahan di supermarket. Di rak pendingin ada banyak sekali jenis mentega. Ada yang asin, ada yang tawar, ada yang warnanya kuning pucat, sampai ada yang kuning pekat.
Kenapa resep kue sering sekali mewajibkan kita memakai mentega tawar? Apakah dampaknya akan sangat berbeda kalau kita menggantinya dengan mentega biasa yang sudah ada rasa asinnya? Jawabannya tentu saja iya. Mentega tawar punya peran yang sangat krusial untuk menentukan tekstur, aroma, dan rasa akhir dari kue atau roti buatanmu.
Lewat tulisan ini, kita akan membahas tuntas semua hal tentang mentega tawar. Mulai dari pengertian aslinya, perbedaan mendasar dengan mentega asin, sampai fungsi pentingnya di dunia baking. Kamu juga akan mendapatkan panduan mudah untuk memilih mentega yang bagus supaya hasil pangganganmu makin maksimal dan memuaskan.
Pengertian Unsalted Butter

Unsalted butter atau mentega tawar adalah produk olahan susu yang dibuat dengan cara mengaduk krim susu sapi sampai bagian lemak dan cairannya terpisah. Proses pengadukan ini menyisakan lemak mentega murni yang kemudian dipadatkan. Sesuai dengan namanya, mentega jenis ini sama sekali tidak ditambahkan garam dalam proses pembuatannya.
Kandungan utama dari mentega tawar adalah lemak susu, air, dan sedikit protein susu. Biasanya, mentega tawar yang bagus memiliki kandungan lemak sekitar 80 sampai 82 persen. Karena tidak ada garam yang menutupi rasa aslinya, mentega tawar memiliki rasa krim susu yang sangat alami, manis ringan, dan segar.
Banyak pembuat kue profesional sangat menyukai mentega tawar karena rasanya yang murni ini. Lemak susu yang murni memberikan ruang kanvas kosong bagi para pembuat kue untuk meracik rasa sesuai dengan kebutuhan resep tanpa takut hasilnya jadi terlalu asin.
Perbedaan dengan Salted Butter

Perbedaan paling jelas antara mentega tawar dan salted butter tentu ada pada kandungan garamnya. Mentega asin ditambahkan sejumlah garam sebagai pengawet alami. Garam ini membuat umur simpan mentega asin jadi lebih panjang dibandingkan mentega tawar.
Namun, jumlah garam yang ditambahkan pada mentega asin tidak pernah sama antara satu merek dengan merek lainnya. Ada merek yang rasanya sangat asin, ada juga yang asinnya terasa samar. Hal ini sering membuat repot saat kita mengikuti resep kue yang sangat presisi. Kalau kamu pakai mentega asin, kamu tidak akan tahu persis seberapa banyak garam yang sudah masuk ke dalam adonanmu.
Selain soal rasa, perbedaan lainnya ada pada kandungan air. Mentega asin umumnya memiliki kandungan air yang sedikit lebih banyak. Dalam dunia baking, kelebihan air sedikit saja bisa mengubah tekstur kue. Kue kering bisa jadi kurang renyah atau roti bisa jadi lebih padat. Mentega tawar punya rasio lemak dan air yang lebih stabil, sehingga hasil adonan selalu konsisten.
Fungsi Unsalted Butter dalam Baking

Mentega tawar punya banyak sekali tugas penting saat masuk ke dalam adonan kue atau roti. Berikut adalah beberapa peran utamanya.
1. Memberikan Kelembutan pada Tekstur
Lemak dalam mentega tawar berfungsi melapisi tepung terigu saat adonan dicampur. Lapisan lemak ini mencegah terbentuknya jaringan gluten yang terlalu kuat. Hasilnya, kue bolu atau kue kering buatanmu akan terasa lembut dan mudah digigit, bukan keras atau alot.
2. Mengembangkan Adonan
Waktu kamu mengocok mentega tawar bersama gula putih, proses ini akan memerangkap udara ke dalam adonan. Udara yang terperangkap ini akan memuai saat terkena panas oven, membuat kue bolu jadi mengembang tinggi dan bertekstur ringan.
3. Menciptakan Lapisan Renyah
Untuk resep pastry seperti croissant atau puff pastry, mentega tawar dingin dilipat berkali-kali ke dalam adonan terigu. Saat dipanggang, kandungan air dalam mentega akan menguap menjadi uap air. Uap inilah yang mendorong lapisan adonan terpisah satu sama lain, menciptakan tekstur berlapis yang renyah dan garing.
4. Pengantar Rasa yang Sempurna
Lemak adalah pengantar rasa yang sangat baik. Mentega tawar membantu mengikat aroma vanilla, cokelat, atau rempah lain yang kamu masukkan ke dalam adonan, lalu menyebarkannya secara merata. Karena mentega ini tawar, rasa manis dari gula dan aroma dari bahan tambahan bisa tampil lebih menonjol.
Baca Juga: Perbedaan Butter dan Roombutter: Tekstur, Rasa, dan Kegunaannya
Kelebihan Menggunakan Unsalted Butter

Memilih mentega tawar untuk baking memberikan kamu kendali penuh atas rasa kue buatanmu. Kamu bisa menakar sendiri jumlah garam sesuai instruksi resep tanpa khawatir kuenya berakhir keasinan. Kendali penuh ini sangat penting, terutama kalau kamu membuat makanan manis seperti buttercream atau saus karamel.
Kelebihan lainnya adalah kesegaran. Karena tidak mengandung garam yang bertindak sebagai pengawet, mentega tawar punya masa simpan yang lebih pendek di rak swalayan. Ini berarti mentega tawar yang kamu beli kemungkinan besar diproduksi dalam waktu yang belum terlalu lama. Mentega yang lebih segar otomatis akan memberikan aroma susu yang lebih harum dan rasa yang lebih bersih pada kue buatanmu.
Tekstur yang dihasilkan juga jauh lebih konsisten. Kamu tidak perlu lagi menebak-nebak apakah adonanmu akan terlalu lembek karena kandungan air ekstra yang kadang ada di mentega asin. Dengan mentega tawar, formulasi resepmu akan selalu memberikan hasil yang sama setiap kali kamu memanggang.
Tips Memilih Butter Berkualitas

Supaya kuemu makin enak, kamu harus tahu cara memilih mentega tawar yang kualitasnya bagus. Coba perhatikan beberapa hal berikut saat belanja.
1. Cek Daftar Komposisi
Mentega tawar yang bagus hanya punya bahan baku yang sangat sederhana. Saat membaca label di kemasan, pastikan komposisinya hanya tertulis krim susu sapi pasteurisasi atau tambahan sedikit kultur bakteri laktat. Hindari mentega yang punya banyak tambahan bahan pengawet atau pewarna buatan.
2. Perhatikan Persentase Lemak
Kalau memungkinkan, cari informasi kandungan lemak di kemasan. Mentega dengan standar Eropa biasanya punya kandungan lemak minimal 82 persen. Semakin tinggi kandungan lemaknya, semakin kaya rasa kue yang dihasilkan dan semakin renyah tekstur pastry buatanmu.
3. Lihat Warnanya
Warna mentega bisa jadi indikator kualitas susu sapi yang dipakai. Sapi yang makan rumput segar biasanya menghasilkan susu yang membuat mentega berwarna sedikit lebih kuning alami. Warna kuning pucat atau kuning gading adalah ciri mentega tawar berkualitas baik.
4. Cium Aromanya
Kalau kamu beli mentega yang bungkusnya bisa sedikit dibuka, coba cium aromanya. Mentega tawar berkualitas punya aroma susu segar yang manis. Jangan pilih mentega yang baunya sudah tengik atau mirip bau keju yang terlalu tajam, karena itu tanda menteganya sudah disimpan terlalu lama.
Bikin Kue Jadi Lebih Enak Mulai Sekarang
Sekarang kamu sudah paham kenapa mentega tawar jadi bahan andalan di dapur para pembuat kue. Fungsinya bukan cuma sekadar bikin adonan jadi gurih, tapi juga menentukan tekstur, kelembutan, dan keseimbangan rasa dari resep yang kamu ikuti.
Dengan pakai mentega tawar, kamu yang pegang kendali penuh atas hasil akhir masakanmu. Kamu bisa menyesuaikan rasa manis dan asin dengan lebih presisi, menciptakan kue yang teksturnya lembut sempurna, atau pastry yang lapisan renyahnya bikin ketagihan. Mulai sekarang, selalu siapkan stok mentega tawar segar di kulkasmu supaya kamu siap kapan saja ingin bereksperimen dengan resep kue baru.
